-->

KEUTAMAAN ILMU DALAM ISLAM

 



Oleh    : Wahyu Lisma

Ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang pengetahuan. Ilmu ialah deskripsi data pengalaman secara lengkap dan tertanggungjawabkan dalam rumusan-rumusan yang sesederhana mungkin (Poedjawijatna, 2004). Berpikir pada dasarnya merupakan sebuah proses yang membuahkan pengetahuan. Proses ini merupakan serangkaian gerak pemikiran dalam mengikuti jalan pemikiran tertentu yang akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan yang berupa pengetahuan. Pengetahuan merupakan produk kegiatan berpikir yang merupakan peradaban dimana manusia menemukan dirinya dan menghayati hidup dengan lebih sempurna (Gie, 1991)

Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin, Islam sangat mengutamkan ilmu, dibuktikan dengan wahyu pertama yang turun kepada nabi Muhammad saw berbunyi iqra’, hal ini berarti Islam sangat mencintai dunia literasi dan ilmu. Sebelum dalil-dalil tentang hukum-hukum, sejarah, fiqih dan lain sebagainya lahir Allah terlebih dahulu menurunkan dalil tentang ilmu (membaca). Pentignya ilmu bagi Islam bertujuan untuk membuktikan adanya Allah SWT, keesaan, kekuasaan, kemuliaan-Nya. Ilmu sebagai hal untuk menguatkan kepercayaan dan keimanan manusia terhadap Allah SWT. Derajat manusia dapat meningkat karena ilmu, karena pada hakikatnya ilmu dapat membantu manusia dalam meraih ketaqwaan kepada Allah. Ilmu dapat mengantarkan manusia pada petunjukNya yaitu Al-Qur’an, tanpa ilmu Al-Qur’an tidak dapat dipahami dan diamalkan. Tanpa ilmu tidak ada ilmuwan-ilmuwan yang dapat menemukan teknologi terbarukan. Tanpa ilmu manusia seperti buih dilautan terombang-ambing tidak tentu arah. Namun terkadang karena ilmu bisa sombong, takabbur, dan riya’, inilah pentingnya landasan bahwa menuntut ilmu karena untuk mengenal Allah, memahami ilmu-ilmu Allah, dan beribadah karena Allah bukan karena untuk orang aku menuntut ilmu, atau untuk sekedar gaya-gayaan mendapatkan ijazah dan gelar yang hanya dinikmati di dunia, tapi seharusnya lebih kepada amalan dan ketaatan.

Ayat-ayat dalam surah Al-Alaq ayat 1-5 wahyu pertama yang turun dari Allah SWT disampaikan melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Ayat-ayat tersebut dengan arti berbunyi, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia tekah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahui”. Ayat-ayat ayat tersebut sebagai sumber motivasi bagi manusia khususnya umat Islam untuk jangan pernah berhenti dalam menuntut ilmu, membaca, sehingga derajat yang tinggi dihadapan Allah SWT akan terjaga, namun berarti manusia dapat menjiwai bahwa dirinya tidak lebih tinggi dari Allah SWT, rasa takutnya kepada Allah SWT dapat melawan rasa sombong dan takabbur yang sudah menjadi fitrah lumrah ada dalam diri manusia. Jika rasa takut kepada Allah SWT tetap ada dalam diri manusia akan mengantarkan manusia untuk tetap beramal shalih, maka ketika keimanan dibarengi dengan ilmu akan membuahkan amal.

Rasulullah SAW bersabda:

 طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya: Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim. (HR. Ibnu Majah no.224, dari Anas bin Malik ra, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al-Jaami’ish Shaghir no. 3913).


 

Kemudian apa saja keutamaan-keutamaan menuntut ilmu? Al-Quran sudah banyak menjelaskan tentang keutamaan-keutamaan menuntut ilmu, beberapa adalah sebagai berikut:

1.      Orang berilmu akan diangkat derajatnya

Allah SWT berfirman:

“…..Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat….” (QS. Al-Mujahidah 58: 11)

 

Allah SWT telah memberikan banyak kenikmatan. Salah satu kenikmatan yang diberikan Allah SWT adalah ilmu pengetahuan yang dapat meningkatkan derajat manusia. Jika kenikmatan ini tidak digunakan secara baik, maka kita akan menjadi salah satu orang yang merugi. Seperti tercantum dalam surat Al-Mulk ayat 10 yang artinya: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”.

 

2.      Orang berilmu takut kepada Allah SWT

Surah Al-Fatir ayat 28, Allah SWT berfirman: “dan demikian pula diantara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya dan jenisnya. Diantara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Pengampun.”

 

Seseorang akan lebih memahami bagaimana kehidupan diciptakan dan mendalami pengetahuan tentang kuasa Allah SWT sebagai sang Maha Pencipta. Orang berilmu akan takut melakukan hal-hal yang mengandung dosa karena ia memiliki pengetahuan akan kekuasaan dan juga kebesaran Allah SWT.

 

3.      Orang berilmu akan diberi kebaikan dunia dan akhirat

Surah Al-Baqarah [2]: 296, Allah SWT berfirman: “Allah menganugerahkan hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al-Qur’an dan As-Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang berakal yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).”

 

4.      Orang berilmu dimudahkan jalannya ke surga

Rasulullah SAW bersabda: وَ مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقَا إِلَى الْجَنَّةِ

Artinya: “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

 

5.      Orang berilmu memiliki pahala yang kekal

Ilmu akan kekal dan bermanfaat bagi pemiliknya walaupun ia telah meninggal, karena ilmu yang sudah diajarkan kepada orang lain bagaikan amalan yang tidak ada hentinya. Disebutkan dalam sebuah hadits tentang keutamaan ilmu dalam Islam, Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُ لَهُ

Artinya: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan do’a anak yang shalih.” (HR. Muslim no. 1631)

Seperti itulah Islam sangat mengutamakan ilmu, sebagai manusia ketika dia sudah mengetahui dan sadar akan pentingnya ilmu seharusnya mereka tidak ada alasan lagi untuk bermalas-malasan dalam menuntut ilmu baik di lembaga formal atau non formal. Menuntut ilmu di era modern ini sangat mudah mulai dari melihat video, pesan teks dan lain sebagainya. Bahkan terkadang dengan kemudahan-kemudahan ini manusia tidak berusaha dalam menuntut ilmu bahkan cenderung malas. Sebagai seorang muslim tentu harus menunjukkan juhdun dalam menuntut ilmu, karena identitas seorang muslim adalah yang mencintai ilmu, haus akan ilmu dan selalu mencari hikmah disetiap detik kehidupannya.

2 Responses to "KEUTAMAAN ILMU DALAM ISLAM"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel