-->

Ekskalasi Kualitas Umat Melalui Daducation (Adab Education) #1

Oleh: Nur’aini Risty Fauziah

        Tindak pidana korupsi, kolusi, dan nepotisme masih menjadi problematika utama Negara Indonesia. Korupsi telah menjadi budaya bangsa Indonesia sebagaimana pernyataan wartawan Mukhtar Lubis. Pertanyaan ini sesungguhnya menggelitik dan menyinggung banyak orang, tetapi sulit untuk diingkari. Indonesia Corruption Watch mencatat sejak bulan Januari-Juni 2019 tercatat 497 perkara tindak pidana korupsi dan meningkat mencapai 1.008 kasus pada tahun 2020. Sedangkan terdakwa kasus korupsi ditahun 2019 periode Januari-Juni berjumlah 504 orang, dan di tahun 2020 melonjak mencapai 1.043 terdakwa korupsi. Indeks Persepsi Korupsi Indonesia (IPK) tahun 2019 Indonesia menempati pringkat 4 negara korupsi tingkat ASEAN (antikorupsi.org). Dan dari total 198 negara di dunia, Indonesia menempati posisi ke-85(Transparency International, 2019). 
            Mirisnya, mayoritas latar belakang para pelaku korupsi memiliki tingkat pendidikan bergelar tinggi. Dari data Laporan Tahunan tahun 2018 didapatkan total tersangka korupsi berjumlah 121 orang dari 31 operasi tangkap tangan (OTT). Dari total 121 orang , didapatkan 90 diantaranya berasal dari kalangan pemegang kekuasaan ( Laporan Tahunan KPK, 2018). Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (2015-2019) Laode Muhammad Syarif menyatakan hal yang serupa. Beliau juga menuturkan bahwa  Gelar master menempati peringkat pertama, disusul gelar strata 1, kemudian gelar strata 3. Sangat disayangkan mereka yang seharusnya menjadi panutan masyarakat, dipilih dan terpilih rakyat terlibat korupsi. Para pelaku yang berasal kalangan terpelajar dan berilmu pengetahuan terus membiarkan korupsi sebagai budaya hidup.
            Tingkat kualitas suatu bangsa sesungguhnya bertumpu pada peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penekanan di bidang pendidikan (Dadoed Joesoef, 2011). Faktanya negara-negara seperti Finlandia, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, dan Tiongkok adalah negara yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemakmurannya melalui penguasaan ilmu pengetahuan. Tiongkok memiliki kekuatan ekonomi yang kuat disebabkan fokusnya terhadap tujuan pendidikan. Sedangkan korea selatan yang minim Sumber daya alam mendorong negaranya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Hingga menjadikan Korea Selatan termasuk negara yang maju dan menjadi pesaing kuat negara jepang dan Tiongkok. Singapura menjadi pusat perdagangan dan ekonomi di Asia Tenggara dengan menempatkan pendidikan sebagai bidang terpenting dengan program pendidikan seumur hidup serta menciptakan masyarakat ilmu pengetahuan. Gambaran umum kualitas negara-negara yang maju menunjukkan tingginya kesadaran terhadap pentingnya pendidikan terhadap ekskalasi kualitas bangsa.
            Sistem pendidikan di Indonesia masih mengutamakan hitam di atas putih. Output yang dihasilkan oleh sistem pendidikan saat ini lebih banyak terfokus berupa pandangan terhadap angka, dan bukan nilai yang terkandung didalamnya. Dewasa ini, pendidikan dianggap bermutu jika hasil belajar akademik dan non-akademik peserta didik tinggi, dan dampak yang akan didapatkan  berupa lulusan yang cepat terserap di dunia kerja, gaji tinggi, serta kehebatan lulusan dan kepuasan oleh semua pihak yang bersangkutan. Kosekuensi pendidikan dengan tujuan meteril ini hanya akan mengantarkan lulusan pada kekayaan ilmu pengetahuan dan gelar pendidikan tinggi serta berimbas pada kemerosotan moral. Orientasi mendapatkan angka tinggi dalam ujian, gaji besar apapun jenis pekerjaan, pemakaian gelar pendidikan dan keilmuan untuk kepentingan pribadi, serta menjadikan korupsi sebagai budaya mengindikasikan potret buram pendidikan dalam upaya ekskalasi kualitas bangsa Indonesia.
            Oleh karena itu perlu dilakukan pembaharuan proses pendidikan. Beranjak dari latar belakang tesebut, penulis mengusung gagasan Daducatian (Adab Education) dalam membantu problem pendidikan diatas.
            Daducation atau Adab Education merupakan penanaman adab dari sejak dini . Adab merupakan pemahaman dan pengakuan atas tempat, kedudukaan, dan keadaan yang tepat dan benar dalam kehidupan. Agar seseorang dapat menuntut ilmu dengan baik, maka hal yang harus dimiliki adalah adab. Dalam Islam, ilmu dan adab adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ilmu akan membentuk suatu peradaban, dan adab akan memberi arahan bagaimana sejatinya ilmu pengetahuan dipergunakan untuk kepentingan peradaban manusia. Tanpa adab, ilmu pengetahuan menjadi boomerang yang akan merugikan manusia itu sendiri. Adab education dimaksudkan untuk membentuk pribadi yang seimbang antara intelektual dan etika, menumbuhkan sikap batin yang baik dan pembiasaan yang terkait, menumbuhkan motivasi menebar kebermanfaatan, melatih tanggung jawab pribadi dan masyarakat, serta membentuk generasi yang responsif terhadap penyelesaian problematika umat. Adab education dimulai dari tangan orang tua dan didukung dengan peran pendidikan formal.

...

bersambung ke part 2

1 Response to "Ekskalasi Kualitas Umat Melalui Daducation (Adab Education) #1"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel